TIPS MENGATASI INSOMNIA | SUSAH TIDUR

Tips Mengatasi Insomnia - Susah Tidur.jpg

Tips Mengatasi Insomnia - Susah Tidur Setiap manusia membutuhkan waktu tidur kurang lebih sekitar 1/3 waktu hidupnya atau sekitar 6-8 jam sehari. Secara alami dan otomatis jika tubuh lelah maka kita akan merasa mengantuk sehingga memaksa tubuh kita untuk beristirahat secara fisik dan mental . Menurut penelitian, orang yang tidur selama 6,5 sampai 7,5 jam dalam sehari akan memiliki hidup yang lebih panjang dari pada yang tidurnya hanya memakan waktu kurang dari 6,5 jam atau lebih dari 8 jam perhari berarti bisa dikatakan termasuk Susah Tidur dan Dampak Negatifnya.


Insomnia dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Rata-rata setiap orang pernah mengalami insomnia sekali dalam hidupnya. Bahkan ada yang lebih ekstrim menyebutkan 30 – 50% populasi mengalami insomnia, oleh sebab itu di prlukan Cara Mengatasi Penyakit Susah Tidur. Insomnia dapat menyerang semua golongan usia. Meskipun demikian, angka kejadian insomnia akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini mungkin disebabkan oleh stress yang sering menghinggapi orang yang berusia lebih tua. Disamping itu, perempuan dikatakan lebih sering menderita insomnia bila dibandingkan laki-laki.berikut adalah Tips Mengatasi Insomnia Atau susah tidur


TIPS MENGATASI INSOMNIA - SUSAH TIDUR

* Hindari makan dan minum terlalu banyak menjelang tidur. Makanan yang terlalu banyak akan menyebabkan perut menjadi tidak nyaman, sementara minum yang terlalu banyak akan menyebabkan anda sering ke belakang untuk buang air kecil. Sudah tentu kedua keadaan ini akan menganggu kenyenyakan tidur anda.

* Tidurlah dalam lingkungan yang nyaman. Saat tidur, matikan lampu, matikan hal-hal yang menimbulan suara, pastikan anda nyaman dengan suhu ruangan tidur anda. Jauhkan jam meja dari pandangan anda karena benda itu dapat membuat anda cemas karena belum dapat terlelap sementara jarum jam kian larut.

* Gunakanlah tempat tidur anda khusus untuk tidur. Hal ini akan membantu tubuh anda menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tidur. Saat anda berbaring di tempat tidur, maka akan timbul rangsangan untuk tidur.

* Tidur dan bangunlah dalam periode waktu yang teratur setiap hari. Waktu tidur yang kacau akan mengacaukan waktu tidur anda selanjutnya.

* Makanlah makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat menjelang tidur, bila tersedia, tambahkan dengan segelas susu hangat.

* Kurangi mengkonsumsi minuman yang bersifat stimulan atau yang membuat anda terjaga seperti teh, kopi, alkohol dan rokok. Minuman ini akan menyebabkan anda terjaga yang tentu saja tidak anda perlukan bila anda ingin tidur.

* Mandilah dengan air hangat 30 menit atau 1 jam sebelum tidur. Mandi air hangat akan menyebabkan efek sedasi atau merangsang tidur. Selain itu, mandi air hangat juga mengurangi ketengangan tubuh.

* Berolah raga yang teratur dapat membantu orang yang mengalami masalah dengan tidur. Olah raga sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan bukan beberapa menit menjelang tidur. Dengan berolah raga, kesehatan anda menjadi lebih optimal sehingga tubuh dapat melawan stress yang muncul dengan lebih baik.

* Lakukan aktivitas relaksasi secara rutin. Mendengarkan musik, melatih pernafasan, meditasi dan lain lain akan membantu memperlambat proses yang terjadi dalam tubuh sehingga tubuh anda menjadi lebih santai. Keadaan ini akan mempemudah anda untuk tidur.

* Hentikan menonton TV atau membaca buku, setidaknya 1 jam sebelum tidur.

Itulah beberapa tips mengatasi susah tidur anda. Ingatlah selalu bahwa tidur merupakan kebutuhan pokok tubuh untuk pertumbuhan dan memperbaiki fungsi organ yang terganggu. Dengan waktu tidur yang cukup, maka kita akan merasa segar bugar ketika bangun pagi dan siap melakukan berbagai aktifitas sepanjang hari dari pagi hingga malam.

Normalnya manusia tidur pada saat malam hari hingga pagi hari, namun tidak jarang ada orang yang bisa tidur dari siang sampai malam hari karena tuntutan pekerjaan atau karena sudah terbiasa.

Insomnia bukan merupakan penyakit bawaan dan dengan demikian tentu akan mudah disembuhkan.

Susah Tidur dan Dampak Negatifnya

Susah tidur.jpg

Susah Tidur dan Dampak Negatifnya Susah Tidur Sejauh ini, hubungan antara insomnia dan meningkatnya risiko serangan jantung memang belum jelas. Tetapi yang pasti, gangguan tidur berdampak pada tekanan darah dan inflamasi, di mana keduanya merupakan faktor risiko serangan jantung.

"Ketika gejala insomnia menjadi hal biasa dan mudah untuk diobati, penting artinya bagi masyarakat mewaspadai hubungan insomnia dan serangan jantung, dan berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gangguan tidur," kata Dr. Lars Erik Laugsand, internis dari Norwegian University of Science and Technology di Trondheim.

Laugsand menegaskan, temuan yang dipublikasi dalam jurnal Circulation edisi 24 Oktober ini hanyalah bukti adanya keterkaitan dan bukan hubungan sebab-akibat. Riset lanjutan perlu dilakukan untuk mengungkap lebih jauh tentang mekanisme dibalik hubungan ini.

Dalam penelitiannya, Laugsand menganalisa data kesehatan tidur sekitar 53.000 pria dan wanita peserta survei antara 1995-97. Terungkap pula bahwa 2.400 responden mengalami serangan jantung selang 11 tahun kemudian.

Peneliti menemukan, mereka yang hampir setiap hari kesulitan tidur mengalami peningkatan risiko 45 persen serangan jantung, dibanding responden yang tak bermasalah untuk tidur lelap. Selain itu, mereka yang tidurnya tidak nyenyak atau sering terjaga di malam hari juga berisiko 30 persen lebih tinggi ketimbang yang tidurnya nyenyak. Sedangkan mereka yang merasa badannya tidak segar/bugar setelah tidur malam mengalami peningkatan risiko serangan jantung sebesar 27 persen ketimbang yang merasa bugar.

Dalam riset ini, peneliti memperhitungkan beragam faktor seperti usia, jenis kelamin, seks, status perkawinan,tingkat pendidikan, tensi, kadar kolesterol, diabetes, berat badan, olahraga, pola kerja shift. Gejala depresi dan kecemasan sebagai pemicu insomnia juga turut diperhitungkan.

Dr. Gregg Fonarow, professor kardiologi dari University of California, Los Angeles sekaligus jurubicara American Heart Association (AHA), mengatakan sejumlah studi sebelumnya telah mengungkap bahwa gangguan tidur memang berkaitan dengan risiko serangan jantung yang lebih tinggi.

"Studi-studi lama juga mengungkap hasil beragam, akan tetapi belum dapat mengungkap mengapa tidur sehat membuat jantung lebih sehat," ujar Fonarow. Sedangkan Dr. Edward A. Fisher, profesor pengobatan kardiovaskuler pada NYU Langone Medical Center di New York City menyatakan, salah satu penjelasan yang mungkin dari temuan ini adalah berubahnya proses metabolisme tubuh. Dalam tubuh, metabolisme diatur oleh ritme sirkadian yang tentu sangat bervariasi di antara siklus tidur setiap individu.

"Telah diketahui bahwa binatang yang ritme sirkadiannya diganggu bakal mengalami perubahan metabolisme. Jika ini terjadi pada manusia, maka akan meningkatkan risiko sakit jantung," papar Fisher.